Senin, 23 Januari 2012

WAKAF


عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِذَامَاتَ اْلاِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ  اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ.
(رواه الجماعة الا البخارى وابن ماجة)
 “Dari Abu Hurairoh, sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda, ‘Apabila seorang meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: 1. Sedekah (wakaf); 2. Ilmu yang bermanfaat; 3. Anak yang shaleh yang mendo’akan ibu dan bapaknya”
(HR. Jamaah selain Bukhari dan Muslim)
Awal mula wakaf  berawal ketika sahabat Nabi yaitu Umar bin khattab mendapat sebidang tanah di khaibar yang kemudian tanah tersebut dengan petunjuk Rasulullah SAW disedekahkan agar lebih bermanfaatnya.
Sabda Rasulullah SAW :

اَنَّ عُمَرَ اَصَابَ اَرْضًا بِخَيْبَرَ فَقَالَ يَارَسُوْلُ اللهِ مَا تَأْ مُرُنِيْ فِيْهَا فَقَالَ اِنْ شِئْتَ حَبَّسْتَ اَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ عَلى اَنْ لاَ يُبَاعَ اَصْلُهَا وَلاَ يُوْرَثَ وَلاَ يُوْهَبُ (رواه البحارى ومسلم)
Artinya: “sesungguhnya Umar telah mendapatkan sebidang tanah di khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah SAW ‘Apakah perintahmu kepadaku yang berhubungan dengan tanah yang aku dapat ini?jawab beliau: jika engkau suka, tahanlah tanah itu dan engkau sedekahkan manfatnya. Maka dengan petunjuk beliau itu lalu Umar sedekahkan manfaatnya dengan perjanjian tidak boleh dijual tanahnya, tidak boleh diwariskan (diberikan) dan tidak boleh dihibahkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wakaf lain dengan sedekah biasa, melainkan lebih besar pahala serta manfaatnya bagi orang yang memberikan wakaf. Pahala wakaf tersebut akan terus mengalir selama barang yang diwakafkan itu masih digunakan.





1.      Pengertian Wakaf
Wakaf menurut bahasa berarti “menahan” sedangkan menurut istilah wakaf yaitu memberikan suatu benda atau harta yang dapat diambil manfaatnya untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat menuju keridhaan Allah SWT.

2.      Hukum Wakaf
Hukum wakaf adalah sunat, hal ini didasarkan pada Al-Qur’an.
       Firman Allah SWT. :
وَافْعَلُواالخْيَرْ َلَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ                                                              
       “Dan berbuatlah kebajikan agar kamu beruntung”(QS. Al Hajj/22:  77).

        Firman Allah SWT.:
لَنْ تَنَالُوالْبِرَّحَتىَّ تُنْفِقُوامِمَّا تُحِبُّونَ                                                        
“Tidak akan tercapai olehmu suatu kebaikan sebelum kamu sanggup membelanjakan sebagian  harta yang kamu sayangi”(QS. Ali Imran/3: 92)

3.      Rukun Wakaf
a.       Orang yang memberikan wakaf (Wakif).
b.      Orang yang menerima wakaf (Maukuf lahu).
c.       Barang yang yang diwakafkan (Maukuf).
d.      Ikrar penyerahan (akad).

4.      Syarat-syarat Wakaf
a.       Orang yang memberikan wakaf berhak atas perbuatan itu dan atas dasar kehendaknya sendiri.
b.      Orang yang menerima wakaf jelas, baik berupa organisasi atau perorangan.
c.       Barang yang diwakafkan berwujud nyata pada saat diserahkan.
d.      Jelas ikrarnya dan penyerahannya, lebih baik tertulis dalam akte notaris sehingga jelas dan tidak akan menimbulkan masalah dari pihak keluarga yang memberikan wakaf.

5.      Macam-macam Wakaf
Wakaf dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a.       Wakaf Ahly (wakaf khusus), yaitu wakaf yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang tertentu, seorang atau lebih, baik ada ikatan keluarga atau tidak. Misalnya wakaf yang diberikan kepada seorang tokoh masyarakat atau orang yang dihormati.
b.      Wakaf Khairy (wakaf untuk umum), yaitu wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan umum. Misalnya wakaf untuk Masjid, Pondok Pesantren dan Madrasah.

6.      Perubahan Benda Wakaf
         Menurut Imam Syafi’i menjual dan mengganti barang wakaf dalam kondisi apapun hukumnya tidak boleh, bahkan terhadap wakaf khusus (waqaf Ahly) sekalipun, seperti wakaf  bagi keturunannya sendiri, sekalipun terdapat seribu satu macam alasan untuk itu.Sementara Imam Maliki dan Imam Hanafi membolehkan mengganti semua bentuk barang wakaf, kecuali masjid. Penggantian semua bentuk barang wakaf ini berlaku, baik wakaf khusus atau umum (waqaf Khairy), dengan ketentuan :
a.       Apabila pewakaf mensyaratkan (dapat dijual  atau digantikan dengan yang lain), ketika berlangsungnya pewakafan.
b.      Barang wakaf sudah berubah menjadi barang yang tidak berguna.
c.       Apabila penggantinya merupakan barang yang lebih bermanfaat dan lebih menguntungkan.
d.      Agar lebih berdaya guna harta yang diwakafkan.

7.      Hikmah Wakaf
Hikmah disyari’atkannya wakaf, antara lain sebagai berikut :
a.       Menanamkan sifat zuhud dan melatih menolong kepentingan orang lain.
b.      Menghidupkan lembaga-lembaga sosial maupun keagamaan demi syi’ar Islam dan keunggulan kaum muslimin.
c.       Memotivasi umat Islam untuk berlomba-lomba dalam beramal karena pahala wakaf akan terus mengalir sekalipun pemberi wakaf telah meninggal dunia.
d.      Menyadarkan umat bahwa harta yang dimiliki itu ada fungsi sosial yang harus dikeluarkan.






I. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar diantara huruf a, b, c, d atau e !

1.      Wakaf menurut bahasa artinya …
a.       memberi
b.      menahan
c.       mendirikan
d.      mencari
e.       berhadapan
2.      Hukum wakaf adalah …
a.       Sunah muakad
b.      Sunat
c.       Mubah
d.      Wajib
e.       Sunah mustahabbah
3.      Harta yang diwakafkan berlaku untuk …
a.        selamanya
b.      selama hidup
c.       waktu tertentu
d.      selama dibutuhkan
e.       satu abad
4.      Imam Ahmad berpendapat bahwa mengganti benda wakaf hukumnya …
a.       makruh
b.      haram
c.       mubah
d.      sunat
e.       wajib
5.      Ulama yang melarang mengganti benda wakaf adalah Imam …
a.       Ahmad
b.      Hanafi
c.       Maliki
d.      Syafi’i
e.       Syaukani
6.      Landasan pelaksanaan wakaf di Indonesia berdasarkan kepada peraturan pemerintah nomor 28 tahun …
a.       1976
b.      1977
c.       1978
d.      1979
e.       1980
7.      Wakaf dilaksanakan dengan sepengetahuan pejabat yang berwenang secara hukum yang kemudian membuatkan aktanya, pejabat tersebut adalah …
a.       kepada kantor DEPAG
b.      Camat
c.       Lurah
d.      PPAIW
e.       Sekretaris kecamatan
8.      Kelompok atau badan hukum Indonesia yang diserahi tugas pemeliharaan dan pengurusan wakaf disebut …
a.       PPAIW
b.      DEPAG
c.       Nadzir
d.      Wakif
e.       BAZIZ
9.      Saksi dalam ikrar wakaf sebanyak …
a.       1 orang
b.      2 orang
c.       3 orang
d.      4 orang
e.       5 orang
10.  Orang yang memberi wakaf berhak menerima hasil pengelolaan tanah wakaf yang ditentukan oleh Kakandepag dengan tidak melebihi dari …
a.       5 persen
b.      10 persen
c.       15 persen
d.      20 persen
e.       25 persen
11.  Memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat adalah pengertian dari …
a.       shadaqah
b.      wakaf
c.       infaq
d.      hibah
e.       shadaqah jariyah
12.  Yang bukan termasuk rukun wakaf ialah …
a.       wakif
b.      maukuf
c.       maukuf lahu
d.      sighat
e.       wakaf bihi
13.  Dalam masalah wakaf ada nadzir, yang dimaksud nadzir adalah …
a.       pihak yang diserahi tugas pemeliharaan dan pengurusan benda wakaf
b.      pihak yang memberi wakaf
c.       badan/organisasi yang diberi wakaf
d.      saksi dalam penyerahan wakif
e.       barang-barang yang diwakafkan yang harus dirawat
14.  إِذَمَاتَ الاِْ نْسَانُ إِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّمِنْ ثَلاَثَةٍ ............. أَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْوَلَدٍ صَالِحٍ          يَدْعُوْلَهُ                                                                                             
Kelengkapan hadits tersebut diatas adalah …
a.       وَاَتُواالزَّكَاةَ
b.      ذِيْ حَقَّهُ
c.       صَدَقَةٍ مَعْرُوْفَة
d.      صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
e.       عَبْدِ فِىعَوْنِ أَخِيْهِ
15.  Dalam pembahasan wakaf yang dimaksud dengan maukuf lahu adalah …
a.       orang yang mewakafkan
b.      barang yang diwakafkan
c.       pihak yang menerima wakaf
d.      ikrar serah terima wakaf
e.       saksi wakaf
16.  Mendidik manusia untuk bershadaqah dan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi adalah merupakan …
a.       prinsip wakaf
b.      tujuan wakaf
c.       obyek wakaf
d.      motto wakaf
e.       hikmah wakaf
17.  Sahabat yang pernah memindahkan masjid ketempat lain yang lebih layak adalah …
a.       Umar bin Khattab
b.      Ali bin Abi Thalib
c.       Utsman bin Affan
d.      Abu Bakar
e.       Zaid bin Tsabit
18.  Yang tidak termasuk syarat-syarat wakaf adalah …
a.       penerima wakaf jelas-jelas ada
b.      barang yang diwakafkan benar-benar ada
c.       berlaku untuk selamanya
d.      tidak boleh ditarik kembali oleh wakif
e.       boleh diganti karena kebutuhan
19.  مَثَلُ الَّذِىاِسْتَرَدَّمَاهَبَ كَمَثَلِ الْكَلْبِ يُقِئُ فَيَأْ كُلُ قَيْئَةُ     
Hadits diatas menunjukkan bahwa gambaran orang yang menarik kembali apa-apa yang telah diberikan (dihibahkan) adalah laksana …
a.       orang yang menelan kembali ludahnya
b.      memakan daging bangkai saudaranya
c.       anjing yang memakan bangkai
d.      anjing yang memakan kembali muntahannya
e.       anjing berebut tulang
20.  Ikrar serah terima wakaf disebut …
a.       mauquf laha
b.      maukuf lahu
c.       waqif
d.      mauquf
e.       sighat waqaf

II. Jawablah Pertanyaan-pertanyaan dibwah ini dengan singkat, jelas dan benar !

1.      Sebutkan syarat-syarat dan rukun wakaf !
2.      Tulislah hikmah wakaf (minimal 3) !
3.      Jelaskan sebab-sebab diperbolehkannya penggantian barang-barang wakaf !
4.      Siapakah yang disebut nadzir ? sebutkan kewajiban-kewajibannya !
5.      Tulislah hadits yang menunjukkan bahwa Allah akan menolong hambanya selagi ia menolong saudaranya !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar